<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Ibnu syakiahkirty li mardhatillah</title>
	<atom:link href="http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Aug 2007 12:32:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ibnusyakiahkirty.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Ibnu syakiahkirty li mardhatillah</title>
		<link>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Ibnu syakiahkirty li mardhatillah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Untuk orang yang mengatakan Allah ada dimana mana / ada dihatiku / ada diurat leher, dsb (2)</title>
		<link>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/08/05/untuk-orang-yang-mengatakan-allah-ada-dimana-mana-ada-dihatiku-ada-diurat-leher-dsb-2/</link>
		<comments>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/08/05/untuk-orang-yang-mengatakan-allah-ada-dimana-mana-ada-dihatiku-ada-diurat-leher-dsb-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 11:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnusyakiahkirty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/08/05/untuk-orang-yang-mengatakan-allah-ada-dimana-mana-ada-dihatiku-ada-diurat-leher-dsb-2/</guid>
		<description><![CDATA[Lantas Dilangitkah Allah&#8230;? ya tepatnya di atas Arsy sebab Allah telah berfirman menetapkan dimana dzat Allah berada, dan nabinya pun mengatakan yg demikian melalui lisannya, berikut dalil dalil yang akan menjadikan hujjah bagi anda untuk dalam membentengi syubhat para ahlul hawa dan bid&#8217;ah, barakallahu fiikum. firman Allah: الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى. ]طه: 5[ (Yaitu) Ar-Rahman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnusyakiahkirty.wordpress.com&amp;blog=1445222&amp;post=3&amp;subd=ibnusyakiahkirty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lantas Dilangitkah Allah&#8230;? ya tepatnya di atas Arsy sebab Allah telah berfirman menetapkan dimana dzat Allah berada, dan nabinya pun mengatakan yg demikian melalui lisannya, berikut dalil dalil yang akan menjadikan hujjah bagi anda untuk dalam membentengi syubhat para ahlul hawa dan bid&#8217;ah, barakallahu fiikum.<span id="more-3"></span></p>
<p>firman Allah:<br />
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى. ]طه: 5[<br />
(Yaitu) Ar-Rahman yang beristiwa’ di atas ‘Arsy. (Thaha: 5)</p>
<p>firman Allah سبحانه وتعالى:<br />
ءَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ اْلأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ (16) أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ. ]الملك: 16-17[<br />
Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang ada di langit bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kalian, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? Atau apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang ada di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatanKu? (al-Mulk: 16-17).</p>
<p>Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:<br />
أَلاَ تَأْمَنُوْنِي وَأَنَا أَمِيْنٌ مَنْ فِي السَّمَآءِ يَأْتِيْنِيْ خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً. (رواه مسلم)<br />
Ketahuilah, apakah kalian tidak mempercayaiku, padahal aku adalah kepercayaan Dzat yang di langit? Datang kepadaku berita langit pada waktu pagi dan sore. (HR. Muslim)</p>
<ul>
<li>Renungkanlah ucapan Allah dan rasulNya diatas bukan kah Allah dan Rasulnya Muhammada shalallahu 'alaihi wassalam mengatakan langsung bahwa Allah ada dilangit..? ada diarsy..? lantas darimana kita bisa tertipu dengan meyakini dan mengatkan bahwa Allah ada dimana mana, diurat leher, didalam hati..?</li>
</ul>
<p>sifat Maha tingginya Allah secara mutlak yang mencakup tingginya Allah secara Dzat dan kekuasan-Nya. Sebagian di antaranya seperti:<br />
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى. ]الأعلى: 1[<br />
Sucikanlah nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi. (al-A’laa: 1)</p>
<p>...وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ. ]البقرة: 255[<br />
….dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung. (al-Baqarah: 255)</p>
<p>...إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ. ]الشورى: 51[<br />
…Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (asy-Syura’: 51)</p>
<p>يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. ]النخل: 50[<br />
Mereka takut kepada Rabb mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). (an-Nahl: 50)<br />
Dalam ayat-ayat di atas, Allah menyebutkan dirinya di atas dengan kalimat “fauqa” yang menunjukkan tingginya Dzat Allah.</p>
<ul>
<li>Keterangan naiknya malaikat kepada Allah</li>
</ul>
<p>Demikian pula ayat yang menyebutkan tentang naiknya malaikat kepada Allah, menunjukkan tingginya Allah sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya.<br />
تَعْرُجُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ. ]المعارج: 4[<br />
Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Rabb-nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (al-Ma’arij: 4)</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:<br />
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلآئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلآئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِيْ فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ. ]متفق عليه)<br />
Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: “Para Malaikat datang berduyun-duyun kepada kalian pada waktu malam dan siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan shalat Asar, kemudian naiklah malaikat yang bermalam bersama kalian. Lalu Allah bertanya kepada mereka -walaupun Dia lebih mengetahui terhadap segala urusan mereka- dengan pertanyaan: “Bagaimanakah keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian meninggalkannya?” Mereka menjawab: “Kami meninggalkan mereka ketika mereka sedang melaksanakan shalat. Dan ketika kami mendatangi mereka, mereka juga sedang shalat. (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Dalil tentang akan naiknya amalan shalih juga menunjukkan tingginya Allah di atas makhlukNya.</p>
<p>Allah سبحانه وتعالى berfirman:<br />
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ. ]فاطر: 10[<br />
…Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amalan yang shalih dinaikkanNya… (Faathir: 10)</p>
<p>Demikian pula ayat-ayat yang menyatakan diturunkannya al-Qur'an dari sisi Allah, ini semuanya menunjukkan bahwa Allah di atas makhluk-Nya. Karena makna “turun” adalah dari atas ke bawah.</p>
<p>Allah سبحانه وتعالى berfirman:<br />
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ. ]غافر: 2[<br />
Diturunkan Kitab ini (Al Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Ghafir: 2)</p>
<p><font color="#000000"><font size="6"><font face="Traditional Arabic">تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ</font></font></font><br />
ِ</p>
<p>Kitab (al-Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (az-Zumar: 1)</p>
<p>قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ... ]النخل: 102[<br />
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Rabb-mu dengan benar… (an-Nahl: 102)</p>
<p>Isyarat telunjuk Nabi ke langit ketika berbicara tentang Allah</p>
<p>Riwayat tentang Rasulullah صلى الله عليه وسلم menunjuk dengan tangannya ke atas ketika menyebut atau berbicara tentang Allah.</p>
<p>Seperti terjadi dalam riwayat khutbah beliau pada haji Wada’, di antaranya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata kepada para shahabat:<br />
أَنْتُمْ مَسْؤُوْلُوْنَ عَنِّي فَمَاذَا أَنْتُمْ قَائِلُوْنَ؟ قَالُوْا: نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَيْتَ وَنَصْحَتَ. فَرَفعَ أُصْبُعَهُ الْكَرِيْمِ إِلَى السَّمَاءِ ...وَهُوَ يَقُوْلُ: أَللَّهُمَّ أَشْهَدُ. (رواه مسلم وأبو داود والدارمي)</p>
<p>Kalian akan ditanya tentangku, maka apa yang kalian katakan? Mereka berkata: “Kami bersaksi sesungguhnya engkau telah menyampaikan, menunaikan, dan memberikan nasehat”. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengangkat tinggi jari-jarinya yang mulia ke langit … dan beliau berkata: “Ya Allah saksikanlah”. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Darimi)</p>
<p>Keterangan diangkatnya beberapa makhluk kepada Allah.</p>
<p>Peristiwa diangkatnya Nabi ‘Isa, kepada Allah سبحانه وتعالى juga menunjukkan tingginya Allah, karena kata “diangkat” adalah dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi.<br />
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا. ]النساء: 158[<br />
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat 'Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (an-Nisaa’: 158)</p>
<p>Sebagai contoh, kisah yang terdapat dalam al-Qur'an yang menceritakan pengingkaran Fir'aun kepada Musa, dengan menyuruh kepada Haman untuk membuat bangunan yang tinggi untuk melihat Rabb-nya Musa.<br />
Allah سبحانه وتعالى berfirman:<br />
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَاهَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ اْلأَسْبَابَ. أَسْبَابَ السَّمَوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي َلأَظُنُّهُ كَاذِبًا. ]غافر: 36[<br />
Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. (Ghafir: 36)</p>
<ul>
<li>Renungkanlah ayat diatas wahai saudaraku.. seorang fir&#8217;aun yang kufur saja mengetahui bahwa Allah ada dilangit, lantas bagaimana dengan anda yang mengatakan bahwa anda beriman ternyata anda malah mengucapkan Allah ada dimana mana..?</li>
</ul>
<p>Adanya riwayat-riwayat yang memberitakan bagaimana penduduk surga melihat wajah Allah, menunjukkan bahwa Allah tinggi di atas mereka.</p>
<p>Diriwayatkan dari shahabat Jarir bin Abdullah Radiyallahu &#8216;anhu, berkata Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam:<br />
Sesungguhnya kalian akan dapat melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak berdesak-desakkan ketika melihat-Nya. (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Dalam hadits di atas, yang diserupakan adalah “cara memandang” yakni ke atas seperti memandang bulan purnama. Hal ini menunjukkan tingginya Allah Ta&#8217;ala di atas makhluk-Nya.</p>
<p>Nash-nash tentang turunnya Allah ke langit dunia</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu &#8216;anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :<br />
Allah Tabaraka wa Ta’ala akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan aku kabulkan; barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan menerima permintaannya; dan barangsiapa yang meminta ampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Al-Imam Malik ketika ditanya tentang makna istiwa` dalam firman Allah: &#8220;Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) bersemayam di atas &#8216;Arsy.&#8221; (Thaahaa:5)<br />
Beliau menjawab: &#8220;Istiwa` itu sudah diketahui maknanya, yaitu &#8220;tinggi&#8221;. Sedangkan bagaimananya, tidak diketahui. Beriman dengannya adalah wajib dan menanyakannya adalah bid&#8217;ah.&#8221;</p>
<p>Al-Imam Abu Hanifah menulis kitab kecil berjudul &#8220;Sesungguhnya Allah itu di atas &#8216;Arsy.&#8221; Beliau menerangkan hal itu seperti dalam kitabnya &#8220;Al-&#8217;Ilm wal Muta&#8217;allim.&#8221;</p>
<p>&#8216;Abdullah Ibnul Mubarak pernah ditanya: &#8220;Bagaimana kita mengetahui Tuhan kita?&#8221; Maka beliau menjawab: &#8220;Tuhan kita di atas langit, di atas &#8216;Arsy, berbeda dengan makhluk-Nya.&#8221; Maksudnya Dzat Allah berada di atas &#8216;Arsy, berbeda dan berpisah dengan makhluk-Nya dan keadaannya di atas &#8216;Arsy tersebut tidak sama dengan makhluk.</p>
<p>Abu Bakr Ash-Shiddiq berkata: &#8220;Barangsiapa menyembah Allah maka Allah berada di atas langit, Ia hidup dan tidak mati.&#8221; (Riwayat Ad-Darimiy dalam Ar-Radd &#8216;alal Jahmiyyah)</p>
<p>Rasulullah bersabda: &#8220;Sayangilah orang-orang yang ada di bumi maka Yang di langit (yaitu Allah) akan menyayangi kalian.&#8221; (HR. At-Tirmidziy)</p>
<p>Dari Mu&#8217;awiyyah bin Al-Hakam As-Sulamiy berkata: &#8220;Dulu aku mempunyai seorang budak wanita yang menggembalakan kambing-kambingku di daerah Uhud dan Jawwaaniyyah.</p>
<p>Suatu hari aku menengoknya, tiba-tiba ada seekor serigala membawa pergi salah satu kambingnya. Sedangkan aku adalah seorang laki-laki dari Bani Adam. Aku bisa marah sebagaimana orang lain pun bisa marah. Maka aku pun memukulnya sekali.<br />
Kemudian aku mendatangi Rasulullah, maka beliau menganggap besar perbuatan yang telah kulakukan.<br />
Aku berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, apakah aku merdekakan saja dia?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Bawa dia kepadaku!&#8221;<br />
Maka setelah budak wanita tersebut dibawa ke hadapan beliau, beliau bertanya kepadanya: &#8220;Di mana Allah?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Di atas langit.&#8221; Beliau bertanya lagi: &#8220;Siapa aku?&#8221; Budak itu pun menjawab: &#8220;Engkau adalah Utusan Allah.&#8221;<br />
Setelah mendengar jawaban tersebut, beliau bersabda: &#8220;Merdekakan dia, karena dia adalah seorang wanita yang beriman.&#8221; (HR. Muslim no.537)</p>
<p>Berkata Al-Imam Abu Hanifah: &#8220;Siapa yang berkata: &#8220;Saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit ataukah di bumi.&#8221;, maka orang tersebut kafir. Demikian pula orang yang berkata: &#8220;Tuhanku itu di atas &#8216;Arsy, tetapi saya tidak tahu &#8216;Arsy itu di langit ataukah di bumi.&#8221; (Al-Fiqhul Absath hal.46; Lihat juga Majmuu&#8217;ul Fataawaa 5/48; Syarh Al-&#8217;Aqiidah Ath-Thahaawiyyah, Ibnu Abil &#8216;Izz hal.301;)</p>
<p>Abu Nu&#8217;aim menuturkan dari Ja&#8217;far bin &#8216;Abdillah, dia berkata: &#8220;Kami berada di rumah Malik bin Anas, kemudian ada orang datang dan bertanya, &#8220;Wahai Abu &#8216;Abdillah, Allah Yang Maha Pengasih istiwa` (bersemayam) di atas &#8216;Arsy, bagaimana caranya Allah beristiwa`?&#8221;<br />
Mendengar pertanyaan itu, Al-Imam Malik marah. Beliau tidak pernah marah seperti itu. Kemudian beliau melihat ke tanah sambil memegang kayu di tangannya, lalu beliau mengangkat kepalanya dan melempar kayu tersebut, kemudian berkata: &#8220;Istiwa` itu sudah diketahui maknanya sedangkan bagaimana caranya Allah beristiwa` tidaklah dapat dicerna oleh akal. Beriman dengannya adalah wajib sedangkan menanyakannya adalah bid&#8217;ah. Dan saya kira kamulah pelaku bid&#8217;ah tersebut.&#8221; Kemudian Al-Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau.&#8221; (Al-Hilyah 6/325-326; &#8216;Aqiidatus Salaf Ash-Haabul Hadiits hal.17-18; At-Tamhiid 7/151; Fathul Baarii 13/406-407)</p>
<p>sebuah pertanyaan yang selayaknya kita renungkan bagi diri kita seorang muslim yang menjadikan Alquran dan asuunah sebagai pedoman hidupnya adalah :</p>
<p>* darimana kita bisa tertipu dimana kita mengatakan Allah ada dimana mana, diurat leher, atau didalam hatiku. sementara Allah dan rasulnya telah jelas dan terang mengatakan bahwa Allah ada di langit..? ada diarsy..?</p>
<p>* betapa buruknya pengetahuan dan keimanan kita dimana seorang fir&#8217;aun yang kufur mengetahui dan meyakini bahwa Allah berada dilangit sementara kita yeng mengatakan bahwa kita adalah orang orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya mengatakan Allah ada dimana mana, di urat leher atau didalam hati, laa haula wala quwwata illa billah</p>
<p>Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiknya bagi kita agar kita selamat dari syubhatnya para ahlul hawa dan bid&#8217;ah serta dari takwil nya orang orang jahil.</p>
<p><em>(artikel ini merupakan gabungan dari beberapa artikel  disitus salafy.or.id)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnusyakiahkirty.wordpress.com&amp;blog=1445222&amp;post=3&amp;subd=ibnusyakiahkirty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/08/05/untuk-orang-yang-mengatakan-allah-ada-dimana-mana-ada-dihatiku-ada-diurat-leher-dsb-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5da487c9a38f255c9739812acc74c304?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ibnusyakiahkirty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk orang yang mengatakan Allah ada dimana mana / ada dihatiku / ada diurat leher, dsb (1)</title>
		<link>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/07/31/allah-ada-di-arsy/</link>
		<comments>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/07/31/allah-ada-di-arsy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 12:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnusyakiahkirty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[&#160; Berkata Al-Imam Abu Hanifah: &#8220;Siapa yang berkata: &#8220;Saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit ataukah di bumi.&#8221;, maka orang tersebut kafir. Demikian pula orang yang berkata: &#8220;Tuhanku itu di atas &#8216;Arsy, tetapi saya tidak tahu &#8216;Arsy itu di langit ataukah di bumi.&#8221; (Al-Fiqhul Absath hal.46; Lihat juga Majmuu&#8217;ul Fataawaa 5/48; Syarh Al-&#8217;Aqiidah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnusyakiahkirty.wordpress.com&amp;blog=1445222&amp;post=1&amp;subd=ibnusyakiahkirty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>Berkata Al-Imam Abu Hanifah: &#8220;Siapa yang berkata: &#8220;Saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit ataukah di bumi.&#8221;, maka orang tersebut kafir. Demikian pula orang yang berkata: &#8220;Tuhanku itu di atas &#8216;Arsy, tetapi saya tidak tahu &#8216;Arsy itu di langit ataukah di bumi.&#8221; (Al-Fiqhul Absath hal.46; Lihat juga Majmuu&#8217;ul Fataawaa 5/48; Syarh Al-&#8217;Aqiidah Ath-Thahaawiyyah, Ibnu Abil &#8216;Izz hal.301;)</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="justify">kenyataan yang terjadi di zaman ini banyak kita temui seseorang apabila ditanya dimana Allah Rabb nya yg telah mereka akui sebagai ilah yg mereka sembah mereka tidak mengetahui dimana Allah Rabb nya tsb atau mereka akan menjawab dengan jawaban Allah ada dimana mana atau Allah ada dihati atau Allah ada diurat leher, jawaban jawaban tersebut sangat jauh dari apa yang telah diyakini sebagai aqidahnya para Nabi, para sahabat nabi dan para ulama ulama yg mengikutinya.<br />
dan mereka mengucapkan dalil dalil ini untuk mendasari keyakinan nya tsb</p>
<p>wahai orang orang yg mengtatakan Allah ada dimana mana.. Allah ada pada urat leher mu.., Allah ada dihatimu.. saatnya anda membaca penjelasan ini dan koreksilah aqidah anda sehingga anda bisa menyelaraskan aqidah anda dengan aqidah nya para nabi dan para sahabat rasulullah beserta para ulama yg mengikutinya dgn baik, yang dengannya anda bisa selamat dari syubhat yang ditebarkan oleh para ahlul hawa wal bid&#8217;ah, barakallahu fiikum.<span id="more-1"></span></p>
<p>berkata Allah dalam surat alhadid ayat 5 :<br />
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ</p>
<p>yang artinya: “Dan Dia (Allah) bersama kalian dimana kalian berada.”</p>
<p>fahamilah.. Tentang firman Allah di dalam surat Al Hadid 5, para ulama telah bersepakat bahwa kebersamaan Allah dengan hamba-hamba-Nya tersebut artinya ilmu Allah meliputi keberadaan mereka, bukan Dzat Allah menyatu bersama mereka. Al Imam Ath Thilmanki rahimahullah berkata: “Kaum muslimin dari kalangan Ahlus Sunnah telah bersepakat bahwa makna firman Allah yang artinya: “Dan Dia (Allah) bersama kalian dimana kalian berada” adalah ilmu-Nya. (Dar’ut Ta’arudh 6/250)<br />
Maka ayat-ayat tentang tentang kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya, sama sekali tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang menyatakan tingginya Dzat Allah di atas seluruh makhluk-Nya. Hal itu karena bagi Allah semuanya dekat, karena Allah Maha Besar, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, bahkan mengetahui bisikan-bisikan yang masih ada dalam dada</p>
<p>perhatikan lebih lanjut ayat-ayat di atas secara lengkap, akan terlihat kalau ayat-ayat tersebut berbicara tentang ilmu, pendengaran, penglihatan, atau dukungan dan pembelaan Allah سبحانه وتعالى. Diantaranya:<br />
1. Kebersamaan dengan ilmu-Nya<br />
Seperti Ucapan Allah سبحانه وتعالى:</p>
<p>هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ. ]الحديد: 4)</p>
<p>Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia beristiwa’ di atas &#8216;arsy. Dia Maha Mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya; apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. (al-Hadiid: 4)</p>
<p>Imam Sufyan ats-Tsauri pernah ditanya tentang ayat di atas, maka beliau menjawab: “Dia bersama kalian yakni dengan ilmunya” (diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad yang Hasan dalam kitab Asma’ wa sifat, hal. 341)</p>
<p>Demikian pula ayat berikut menunjukkan ilmu Allah:</p>
<p>مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلاَّ هُوَ رَابِعُهُمْ وَلاَ خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سَادِسُهُمْ وَلاَ أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلاَ أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا&#8230; ]المجادلة: 7)</p>
<p>Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (al-Mujadalah: 7)</p>
<p>2. Kebersamaan dengan makna mendengar dan melihat seperti dalam firman-Nya:</p>
<p>قَالَ لاَ تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى. ]طه: 46)<br />
Allah berfirman:&#8221;Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat&#8221;. (Thaha: 46)</p>
<p>Demikian pula ayat Allah:</p>
<p>قَالَ كَلاَّ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُون ]الشعراء: 15)<br />
Allah berfirman: &#8220;Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Kami bersama kalian mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan). (asy-Syu’ara: 15)</p>
<p>3. Kebersamaan dengan makna dukungan dan pembelaan Allah سبحانه وتعالى berfirman:<br />
فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ اْلأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ. ]محمد: 35)</p>
<p>Janganlah kalian lemah dan minta damai padahal kalianlah yang di atas dan Allah pun bersama kalian. Dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amal kalian. (Muhammad: 35).</p>
<p>Dan juga ayat Allah:<br />
إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلاَئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ اْلأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ. ]الأنفال: 12)</p>
<p>(Ingatlah), ketika Rabb-mu mewahyukan kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku bersama kalian. Maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman&#8221;. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir. Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.… (al-Anfaal: 12)</p>
<p>Allah maha dekat bukan berarti Allah ada di urat leher mu atau dihatimu&#8230;</p>
<p>Janganlah anda mengatakan bahwa Allaha ada diurat leher dengan membaca firman Allah  Surat Qaaf 16, kemudian berhenti sampai disitu saja.. namun bacalah ayat yang setelahnya yakni ayat 17 dan 18, maka disana engkau akan dapati apa maksud makna &#8220;kami diayat yang sebelumnya :<br />
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ<br />
yang artinya: “Dan Kami lebih dekat kepadanya (hamba) daripada urat lehernya sendiri.</p>
<p>dan diayat setelah nya Allah berfirman :<br />
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ<br />
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Al qaf 17-18)</p>
<p>Danw walaupun kita meyakini tingginya Allah di atas ‘Arsy-Nya, tetapi bagi Allah semuanya dekat, karena besarnya Dzat Allah. Dunia dan seisinya serta langit di sisi-Nya tidak lebih seperti biji khardalah (partikel terkecil). Tentu saja secara Dzat-Nya Allah sangat dekat dengan hamba-Nya.<br />
1. Dekat dengan makna Maha Mengetahui, Maha Mendengar do’a dan mengabulkan<br />
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ. ]البقرة: 186)</p>
<p>Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo&#8217;a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (al-Baqarah: 186)</p>
<p>Dan firman-Nya:</p>
<p>وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ. ]هود: 61)</p>
<p>Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: &#8220;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu ilah selain Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Rabb-ku amat dekat lagi memperkenankan (do&#8217;a hamba-Nya).&#8221; (Huud: 61)</p>
<p>2. Dekat dengan makna para malaikat yang diperintahkan-Nya Seperti firman-Nya<br />
وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ. ]ق: 16)</p>
<p>Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Qaaf: 16)<br />
Syaikh Utsaimin menyatakan bahwa makna ‘dekat’ pada kalimat di atas adalah dengan para malaikat yang diperintahkan-Nya. Karena ini berkaitan dengan ayat selanjutnya:<br />
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ. ]ق: 18)</p>
<p>Tidak ada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaaf: 18) (Lihat Qawa’idul Mutsla, Syaikh Utsaimin)<br />
Demikian pula dalam firman-Nya:</p>
<p>وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَكِنْ لاَ تُبْصِرُونَ. ]الواقعة: 85)</p>
<p>Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat. (al-Waqiaah:85)<br />
Makna ‘kedekatan’ dalam ayat ini adalah berkaitan dengan kematian ketika mendatangi seseorang. Maka yang dimaksud adalah para malaikat yang diperintahkan-Nya. Karena ayat sebelumnya membahas tentang kematian, yang tentunya Allah memerintahkan kepada malaikat pencabut nyawa. Jadi, yang dimaksud ‘dekat’ di sini adalah malaikat yang diperintahkan-Nya.</p>
<p>Dan sering dalam al-Qur&#8217;an disebutkan apa yang dilakukan oleh para malaikat dengan ‘kami’ karena mereka melakukan semua apa yang diperintahkan oleh Allah سبحانه وتعالى. Maka Allah nisbatkan apa yang mereka lakukan kepada diri-Nya. (Lihat Qawa’idul Mutsla, Syaikh Utsaimin, hal. 120)</p>
<p>Allah maha dekat bukan berarti dzat allah ada dibumi ditempat Anda bermukim dan hidup</p>
<p>Adapun ayat-ayat yang menyatakan Allah sebagai ilah di bumi maka bermakna diibadahi di langit dan di bumi. Seperti ayat Allah سبحانه وتعالى:<br />
وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَهٌ وَفِي اْلأَرْضِ إِلَهٌ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ. ]الزخرف: 84)</p>
<p>Dan Dialah ilah di langit dan ilah di bumi dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (az-Zukhruf: 84)<br />
Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya yang shahih, bahwa Qatadah berkata tentang ayat ini: “Dialah yang diibadahi di langit dan di bumi”.</p>
<p>Adapun ayat lainnya dalam surat al-An’aam: 3:<br />
وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَوَاتِ وَفِي اْلأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ. ]الأنعام: 3)</p>
<p>Dan Dialah Allah di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan; dan mengetahui apa yang kalian usahakan. (al-An’aam: 3)</p>
<p>Sebagian para ulama membacanya dengan waqaf (berhenti) pada kalimat “fis samaawati’, sehingga bermakna “Dialah Allah yang di langit”. Kemudian memulai membaca dari ‘fil ardli ya’lamu sirrakum…’ sehingga bermakna “Dan Dia di bumi maha Mengetahui apa yang kamu usahakan”.`</p>
<p>Sedangkan sebagian yang lain membacanya dengan waqaf pada kalimat ‘fil ardli’, sehingga bermakna “Dialah Allah di langit dan di bumi”. Maka dengan bacaan kedua ini kita katakan seperti pada ayat di atas, bahwa Allah adalah sesembahan yang diibadahi oleh penduduk langit dan penduduk bumi. Hal ini sama sekali tidak menunjukkan Dzat Allah menyatu dengan makhluk atau berada di bumi bersama makhluk-Nya.<br />
Wallahu a’lam</p>
<p>Faedah lain dalam ayat ini adalah tidak adanya pertentangan antara tinggi (‘uluw)nya Allah di atas ‘Arsy dan kebersamaan (ma’iyyah)-Nya dengan makhluk-Nya, karena dalam ayat ini kedua-duanya disebutkan bersama-sama.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ibnusyakiahkirty.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ibnusyakiahkirty.wordpress.com&amp;blog=1445222&amp;post=1&amp;subd=ibnusyakiahkirty&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ibnusyakiahkirty.wordpress.com/2007/07/31/allah-ada-di-arsy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5da487c9a38f255c9739812acc74c304?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ibnusyakiahkirty</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
